| Rabu, 28 Oktober 2009 |
| | Mapanca Tolak Rencana Kenaikan Gaji Menteri |
| | ANWARI JANUAR M/GM |
| | MASSA dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Pancasila Jabar melakukan aksi menolak kenaikan gaji pejabat dan menteri. Aksi digelar di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (27/10). |
| DIPONEGORO,(GM)- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPD Mahasiswa Pancasila (Mapanca) menggelar aksi demo menolak rencana kenaikan gaji menteri, di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro Bandung, Selasa (27/10). Mereka menilai, kenaikan gaji para menteri itu tidak layak dan terlalu berlebihan karena sudah dianggap lebih dari cukup.
"Selain itu, belum juga bekerja, para menteri itu sudah minta gaji naik. Hal ini mengecewakan dan mencederai hati rakyat. Padahal masih banyak masyarakat yang menjadi korban gempa, baik di Jabar maupun di Padang, yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk itu, kami menolak kenaikan gaji menteri," ungkap Sekretaris DPD Mapanca, Imam Syafe'i kepada wartawan di sela-sela demo.
Ia berharap para menteri bisa berempati terhadap rakyat dengan tidak menaikkan gajinya. Karena, selama ini gaji, tunjungan dinas, dan fasilitas untuk para menteri itu sudah cukup.
Dikatakan, upaya kenaikan gaji para menteri tersebut salah satu mental kapatalisme birokrasi yang akan membahayakan bangsa. Karena mental kapitalisme birokrasi merupakan gayanya Amerika. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memantau kinerja para menteri.
"Kami juga meminta DPRD dan Pemprov Jabar untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah pusat. Karena, DPRD dan pemerintah daerah merupakan kepanjangan tangan kami. Tolong sampaikan aspirasi kami ini kepada pemerintah pusat dan para menteri," kata Imam.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah mengaku sangat apresiatif terhadap aspirasi Mapanca. "Kami sangat mendukung aspirasi tersebut. Kami akan berusaha menyampaikan hal ini kepada yang berwenang," ujar Sugianto.
Janji Hade
Dalam kesempatan tersebut, para pengunjuk rasa pun mendesak Gubernur dan Wagub Jabar, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) untuk segera merealisasikan janji kampanyenya. Mereka menilai, banyak janji kampanye Hade yang belum direalisasikan.
"Pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini semakin meningkat, infrastruktur masih banyak yang memprihatinkan, jalan dan irigasi banyak yang rusak, harga kebutuhan pokok masyarakat terus meningkat, dll. Dalam kesempatan ini kami mendesak Hade untuk segera merealisasikan janji kampanyenya," ujar Imam. (B.96)** |
| |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar