Senin, 02 November 2009

Aksi Mapancas

Selasa, 27/10/2009 12:10 WIB
Korban Gempa Belum Tertangani, Menteri Naik Gaji Didemo
Baban Gandapurnama - detikBandung



Bandung - Rencana kenaikan gaji pejabat dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, ditolak mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pancasila Jawa Barat. Mereka pun berdemonstrasi di depan Gedung Sate, Selasa (27/10/2009).

Penolakan ini mereka suarakan karena dinilai tidak tepat, mengingat banyaknya korban musibah gempa di Jawa Barat, Sumatera Barat dan Jambi yang belum tertangani dengan baik. Selain itu juga tingkat kemiskinan dan pengangguran masih sangat tinggi.

"Saat ini masyarakat dipertontonkan dengan suguhan rencana kenaikan gaji pejabat atau menteri serta fasilitas transportasi dan akomodasi yang serba mewah dan serba wah. Kami menyayangkan fasilitas itu justru terjadi di saat rakyat kita sedang menjerit, seperti musibah gempa di banyak tempat, dan masalah kemiskinan yang masih sangat banyak," ujar Sekretaris Mahasiswa Pancasila Provinsi Jabar Imam Syafei.

"Seharusnya para pejabat dan meteri KIB II disibukkan dengan program yang konkrit dan terukur selama kepemimpinan SBY-Boediono," lanjut Imam.

Aksi sekitar 20 mahasiswa ini dikawal dikawal sekitar 50 petugas keamanan. Selain berorasi, mereka juga menyanyikan lagu-lagu nasional dan Indonesia Raya.

Imam juga mengimbau masyarakat agar memantau kinerja pemerintah 100 hari ke depan. Selain itu parpol yang tidak berkoalisi pun diharapkan menjadi penyeimbang dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi di Indonesia.

"Masyarakat mulai pemuda, mahasiswa, cendekiawan dan para oposisi untuk memantau kinerja pemerintah," lanjut Imam.

Sambil berorasi, massa juga membawa beberapa poster. Di antaranya bertuliskan "Gaji Naik, Rakyat Nestapa", "Kabinet Yang Bobrok" serta "Tolak Kapitalisme".
Rabu, 28 Oktober 2009

Mapanca Tolak Rencana Kenaikan Gaji Menteri

DIPONEGORO,(GM)-
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPD Mahasiswa Pancasila (Mapanca) menggelar aksi demo menolak rencana kenaikan gaji menteri, di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro Bandung, Selasa (27/10). Mereka menilai, kenaikan gaji para menteri itu tidak layak dan terlalu berlebihan karena sudah dianggap lebih dari cukup.

"Selain itu, belum juga bekerja, para menteri itu sudah minta gaji naik. Hal ini mengecewakan dan mencederai hati rakyat. Padahal masih banyak masyarakat yang menjadi korban gempa, baik di Jabar maupun di Padang, yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk itu, kami menolak kenaikan gaji menteri," ungkap Sekretaris DPD Mapanca, Imam Syafe'i kepada wartawan di sela-sela demo.

Ia berharap para menteri bisa berempati terhadap rakyat dengan tidak menaikkan gajinya. Karena, selama ini gaji, tunjungan dinas, dan fasilitas untuk para menteri itu sudah cukup.

Dikatakan, upaya kenaikan gaji para menteri tersebut salah satu mental kapatalisme birokrasi yang akan membahayakan bangsa. Karena mental kapitalisme birokrasi merupakan gayanya Amerika. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memantau kinerja para menteri.

"Kami juga meminta DPRD dan Pemprov Jabar untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah pusat. Karena, DPRD dan pemerintah daerah merupakan kepanjangan tangan kami. Tolong sampaikan aspirasi kami ini kepada pemerintah pusat dan para menteri," kata Imam.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah mengaku sangat apresiatif terhadap aspirasi Mapanca. "Kami sangat mendukung aspirasi tersebut. Kami akan berusaha menyampaikan hal ini kepada yang berwenang," ujar Sugianto.

Janji Hade

Dalam kesempatan tersebut, para pengunjuk rasa pun mendesak Gubernur dan Wagub Jabar, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) untuk segera merealisasikan janji kampanyenya. Mereka menilai, banyak janji kampanye Hade yang belum direalisasikan.

"Pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini semakin meningkat, infrastruktur masih banyak yang memprihatinkan, jalan dan irigasi banyak yang rusak, harga kebutuhan pokok masyarakat terus meningkat, dll. Dalam kesempatan ini kami mendesak Hade untuk segera merealisasikan janji kampanyenya," ujar Imam. (B.96)**


Aksi Mapancas

Rabu, 28 Oktober 2009

Mapanca Tolak Rencana Kenaikan Gaji Menteri

ANWARI JANUAR M/GM
MASSA dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Pancasila Jabar melakukan aksi menolak kenaikan gaji pejabat dan menteri. Aksi digelar di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Selasa (27/10).

DIPONEGORO,(GM)-
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPD Mahasiswa Pancasila (Mapanca) menggelar aksi demo menolak rencana kenaikan gaji menteri, di depan Gedung Sate, Jln. Dipenogoro Bandung, Selasa (27/10). Mereka menilai, kenaikan gaji para menteri itu tidak layak dan terlalu berlebihan karena sudah dianggap lebih dari cukup.

"Selain itu, belum juga bekerja, para menteri itu sudah minta gaji naik. Hal ini mengecewakan dan mencederai hati rakyat. Padahal masih banyak masyarakat yang menjadi korban gempa, baik di Jabar maupun di Padang, yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk itu, kami menolak kenaikan gaji menteri," ungkap Sekretaris DPD Mapanca, Imam Syafe'i kepada wartawan di sela-sela demo.

Ia berharap para menteri bisa berempati terhadap rakyat dengan tidak menaikkan gajinya. Karena, selama ini gaji, tunjungan dinas, dan fasilitas untuk para menteri itu sudah cukup.

Dikatakan, upaya kenaikan gaji para menteri tersebut salah satu mental kapatalisme birokrasi yang akan membahayakan bangsa. Karena mental kapitalisme birokrasi merupakan gayanya Amerika. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memantau kinerja para menteri.

"Kami juga meminta DPRD dan Pemprov Jabar untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah pusat. Karena, DPRD dan pemerintah daerah merupakan kepanjangan tangan kami. Tolong sampaikan aspirasi kami ini kepada pemerintah pusat dan para menteri," kata Imam.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah mengaku sangat apresiatif terhadap aspirasi Mapanca. "Kami sangat mendukung aspirasi tersebut. Kami akan berusaha menyampaikan hal ini kepada yang berwenang," ujar Sugianto.

Janji Hade

Dalam kesempatan tersebut, para pengunjuk rasa pun mendesak Gubernur dan Wagub Jabar, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) untuk segera merealisasikan janji kampanyenya. Mereka menilai, banyak janji kampanye Hade yang belum direalisasikan.

"Pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini semakin meningkat, infrastruktur masih banyak yang memprihatinkan, jalan dan irigasi banyak yang rusak, harga kebutuhan pokok masyarakat terus meningkat, dll. Dalam kesempatan ini kami mendesak Hade untuk segera merealisasikan janji kampanyenya," ujar Imam. (B.96)**


GENERASI CERDAS INDONESIA