Ikutilah. SEMinar pendidikan dan DIKLAT GURU
Sabtu/ 19 Desember 2009 di Aula Kecamatan Panyileukan kota bandung pukul 08.00 s/d selesai. materi Seminar: Menatap Indonesia 2010; Peluang dan tantangan Pendidikan Gratis dan Kebijakan Ujian Nasional dalam mewujudkan program bandung cerdas..bersama : Kadisdik kota bandung, Ketua Komisi DP Dprd kota bandung, FKGH kota bandung, dekan fakultas tarbiyah dan Keguruan, ketua Pimpinan Redaksi pikiran rakyat,
diklat guru ; mengenali potensi anak dalam strategi Ujian Nasional, teknik Menulis di meida massa.
pendaftaran di depan kampus uin sgd bandung, selasa- jumat/15-18 desember 2009, jam 09.00-16.00 kontribusi 55.000,- bersertifikat dan fasilitas lainnya.
diselenggarakan oleh lsm generasi cerdas indonesia dan pemerintah kecamatan panyileukan. ditunggu kehadirannya. panpel dedi 085624123420
Minggu, 13 Desember 2009
Senin, 02 November 2009
Aksi Mapancas
Selasa, 27/10/2009 12:10 WIB
Korban Gempa Belum Tertangani, Menteri Naik Gaji Didemo
Baban Gandapurnama - detikBandung
Bandung - Rencana kenaikan gaji pejabat dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, ditolak mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pancasila Jawa Barat. Mereka pun berdemonstrasi di depan Gedung Sate, Selasa (27/10/2009).
Penolakan ini mereka suarakan karena dinilai tidak tepat, mengingat banyaknya korban musibah gempa di Jawa Barat, Sumatera Barat dan Jambi yang belum tertangani dengan baik. Selain itu juga tingkat kemiskinan dan pengangguran masih sangat tinggi.
"Saat ini masyarakat dipertontonkan dengan suguhan rencana kenaikan gaji pejabat atau menteri serta fasilitas transportasi dan akomodasi yang serba mewah dan serba wah. Kami menyayangkan fasilitas itu justru terjadi di saat rakyat kita sedang menjerit, seperti musibah gempa di banyak tempat, dan masalah kemiskinan yang masih sangat banyak," ujar Sekretaris Mahasiswa Pancasila Provinsi Jabar Imam Syafei.
"Seharusnya para pejabat dan meteri KIB II disibukkan dengan program yang konkrit dan terukur selama kepemimpinan SBY-Boediono," lanjut Imam.
Aksi sekitar 20 mahasiswa ini dikawal dikawal sekitar 50 petugas keamanan. Selain berorasi, mereka juga menyanyikan lagu-lagu nasional dan Indonesia Raya.
Imam juga mengimbau masyarakat agar memantau kinerja pemerintah 100 hari ke depan. Selain itu parpol yang tidak berkoalisi pun diharapkan menjadi penyeimbang dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi di Indonesia.
"Masyarakat mulai pemuda, mahasiswa, cendekiawan dan para oposisi untuk memantau kinerja pemerintah," lanjut Imam.
Sambil berorasi, massa juga membawa beberapa poster. Di antaranya bertuliskan "Gaji Naik, Rakyat Nestapa", "Kabinet Yang Bobrok" serta "Tolak Kapitalisme".
Korban Gempa Belum Tertangani, Menteri Naik Gaji Didemo
Baban Gandapurnama - detikBandung
Penolakan ini mereka suarakan karena dinilai tidak tepat, mengingat banyaknya korban musibah gempa di Jawa Barat, Sumatera Barat dan Jambi yang belum tertangani dengan baik. Selain itu juga tingkat kemiskinan dan pengangguran masih sangat tinggi.
"Saat ini masyarakat dipertontonkan dengan suguhan rencana kenaikan gaji pejabat atau menteri serta fasilitas transportasi dan akomodasi yang serba mewah dan serba wah. Kami menyayangkan fasilitas itu justru terjadi di saat rakyat kita sedang menjerit, seperti musibah gempa di banyak tempat, dan masalah kemiskinan yang masih sangat banyak," ujar Sekretaris Mahasiswa Pancasila Provinsi Jabar Imam Syafei.
"Seharusnya para pejabat dan meteri KIB II disibukkan dengan program yang konkrit dan terukur selama kepemimpinan SBY-Boediono," lanjut Imam.
Aksi sekitar 20 mahasiswa ini dikawal dikawal sekitar 50 petugas keamanan. Selain berorasi, mereka juga menyanyikan lagu-lagu nasional dan Indonesia Raya.
Imam juga mengimbau masyarakat agar memantau kinerja pemerintah 100 hari ke depan. Selain itu parpol yang tidak berkoalisi pun diharapkan menjadi penyeimbang dalam kehidupan bernegara dan berdemokrasi di Indonesia.
"Masyarakat mulai pemuda, mahasiswa, cendekiawan dan para oposisi untuk memantau kinerja pemerintah," lanjut Imam.
Sambil berorasi, massa juga membawa beberapa poster. Di antaranya bertuliskan "Gaji Naik, Rakyat Nestapa", "Kabinet Yang Bobrok" serta "Tolak Kapitalisme".
| ||||||
Aksi Mapancas
| ||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)